Senin, 28 Juni 2010

CONTOH SATLAN

SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN KELOMPOK










Dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah :
BK KELOMPOK
( Dra. Satti Hartinah, DS. MM )

Di susun oleh :
ABDUL CHARIS
KELAS : A


UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL ( UPS )
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP )
Jl. Pancasila No. 02 Tegal ( 0283 ) 351062





SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN KELOMPOK
SMA JATI BARANG - BREBES
Tahun 2008/2009


A. Topik permasalahan/ : Narkoba dan Bahaya pemakaiannya
Di kalangan Remaja
B. Bidang bimbingan : Sosial
C. Jenis layanan : Bimbingan kelompok
D. Fungsi layanan : Fungsi preventif
E. Rumusan Kompetensi : Siswa mampu mengantisipasi berbagai masalah yang yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya supaya tidak dialami.
F. Sasaran layanan : 8 siswa kelas X
G. Kelas/semester : X – 3 / Ganjil
H. Tempat penyelenggaraan : Ruang kelas/Ruang BK/Ruang Mushola
I. Tanggal penyelenggaraan : 29 Desember 2009
J. Waktu : 1 X 45
K. Uraian Kegiatan :
1. Uraian Kegiatan
a. Tahap Pembentukan
1) penyampaian, pengertian dan tujuan diadakan bimbingan kelompok
2) penyampaian asas-asas Bimbingan kelompok dan aturan main dalam Bimbingan kelompok
3) Mengadakan kontrak tentang kesepakatan waktu
4) Memberikan kesempatan keikutsertaan secara sukarela kepada 12 siswa
5) Melakukan permaina untuk penghangatan suasana
b. Tahap peralihan
1) Pemimpin kelompok menanyakan kembali kesiapan anggota kelompok untuk memasuki tahap kegiatan
2) Memberikan kesempatan untuk bertanya tentang pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok.

c. Tahap Kegiatan
1) Berdoa sebelum memulai kegiatan
2) Pemimpin kelompok memberikan tugas kepada seluruh anggota kelompok untuk membahas materi tugas.
3) Memberikan materi yang ditugaskan oleh pemimpin.
4) Memberikan kesempatan kepada seluruh anggota kelompok untuk mengungkapkan segala informasi, permasalahan, ide-ide kepada forum kelompok.
5) Anggota kelompok melakukan analisis masalah, menyampaikan ide-ide, memberikan jalan keluar untuk membantu menyelesaikan masalah dalam suasana dinamika kelompok.
d) Tahap Pengakhiran
1) Pemimpin kelompok dan anggota kelompok menyampaikan kesimpulan terhadap pemecahan masalah
2) Pemimpin kelompok memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk menyampaikan pesan-pesannya saat mengikuti layanan bimbingan kelompok.
3) Mengevaluasi setiap tahap dari kegiatan yang dilaksanakan
4) Menutup kegioatan bimbingan kelompok
H. Pihak-pihak yang disertakan
I. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut :
1) Penilaian
a. Penilaian Proses
1) Mengamati keaktifan siswa dan kesungguhannya dalam mengikuti Bimbingan Kelompok.
2) Mengamati perkembangan kepribadian setiap anggota pada saat kegiatan bimbingan kelompok.



b. Penilaian Hasil
1) Kemampuan membantu memecahkan masalah orang lain dengan perkembangan kepribadian yang diharapkan
Pengembangan kopetensi-kopetensi yang telah dirumuskan.
2) Tindak Lanjut
1) Pemberian layanan lanjutan yaitu bimbingan individu.
2) Pengamatan perkembangan peserta didik.





Brebes, 25 Desember 2009
Guru Pembimbing

ABDUL CHARIS, S.Pd. Kons

















LAPORAN BIMBIUNGAN KELOMPOK

A.KEGIATAN

Hari dan tanggal : Selasa, 29 Desember 2009
Waktu : Pkl 09.00 – 10.15
Pertemuan ke : 1 (Satu)
Tempat : Ruang BK
Pertemuan pertama Bimbingan kelompok ini adalah pengakraban anggota, setiap anggota kelompok menentukan topic yang ingin dibicarakan dan satu topik telah dibahas dan diberikan pendapat oleh para anggota kelompok.

B. ANALISIS KEGIATAN
1. Uraian Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok ini berisikan empat tahap yaitu :
a. Tahap Pembentukan
Pada tahap ini dilakukan perkenalan antar anggota dengan permainan rangkaian nama. Dalam kegiatan ini tempat duduk peserta juga diatur dengan membentuk lingkaran. Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan salam dan ucapan terimakasih atas kehadiran anggota pada hari yang telah disepakati. Setelah berdoa, kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan:

1) Pengertian dan Tujuan bimbingan kelompok
Bimbingan kelompok adalah bimbingan yang diberikan secara kelompok untuk memberikan informasi guna membantu anggotanya dalam menyusun rencana dan keputusan yang tepat. Tujuannya adalah memberikan wawasan, pandangan dan pemahaman pada anggota terhadap topik yang dibahas. Selain itu, melatih anggota agar mampu berbicara didepan banyak orang, berani mengemukakan pendapat, saran, tanggapan didepan anggota lain.


2) Cara Pelaksanaan
Masing - masing anggota diminta secara sukarela untuk berbicara, mengeluarkan perasaan-perasaannya, pendapat, saran dan tanggapannya dengan terbuka. Pada saat salah satu anggota sedang mengemukakan pendapatnya, anggota yang lain mendengarkan dengan baik.
3) Asas yang perlu dilaksanakan
a) asas kesukarelaan, semua anggota dapat mengeluarkan pendapat dan tanggapannya secara sukarela dan spontan tanpa adanya paksaan.
b) Asas keterbukaan, anggota kelompok dapat mengutarakan perasaan-perasaan, saran dan pendapatnya secara terbuka.
c) Asas kenormatifan, ketika ada anggota yang sedang berbicara, anggota yang lain mendengarkan.
d) Asas Kekinian, Adalah berita yang Uptudate yang sedang ramai diperbincangkan, serta menjadi kepedulian kita dan kita wqajib mengetahuinta.
b. Tahap Peralihan
Pada tahap ini tidak ada keengganan pada masing-masing anggota karena mereka sudah saling mengenal anggota satu sama lain. Ini terlihat dari kesiapan anggota untuk segera memulai pada tahap kegiatan.
c. Tahap Kegiatan
Kegiatan ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang cukup berarti. Karena ini merupakan topik tugas, maka setiap anggota diharapkan memberikan tanggapan atas topik yang telah dituigaskan oleh pemimpin kelompok.
Setelah pemimpin kelompok memberikan tugas maka mulailah para anggota mengomentari topik tersebut dengan cara memberikan pendpat atas permasalahan yamg didapat.

d. Tahap Pengakhiran
Untuk tahap pengakhiran, pemimpin kelompok memberitahukan bahwa kegiatan akan segera diakhiri karena waktu yang disepakati akan segera berakhir dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Kemudian pemimpin kelompok meminta anggotanya untuk menyimpulkan hasil yang diperoleh pada kegiatan kelompok ini. Setelah itu dilanjutkan membahas penetapan waktu dan tempat pertemuan selanjutnya. Dan terakhir, anggota tidak lupa diminta untuk mengungkapkan pesan dan kesan. Tidak lupa pemimpin kelompok mengucapkan terimakasih atas kesediaan anggota meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dan kemudian berdo’a bersama-sama.

2. HASIL YANG DIRASAKAN OLEH PEMIMPIN KELOMPOK
Hasil yang diperoleh dari kegiatan bimbingan kelompok ini adalah anggota dapat belajar mengemukakan pendapat dan tanggapannya secara terbuka. Selain itu anggota juga dapat mengetahui bahwa sebenarnya bimbingan kelompok tidak hanya menasehati dan melarang ini-itu, melainkan dapat membantu memberikan informasi, manambah wawasan, bertukar pikiran dan membahas topik yang menarik.
1. Komunikasi
Komunikasi antara anggota dengan pemimpin kelompok berjalan dengan baik meskipun kadang anggota terkesan sering bercanda dan ada yang pasif.
2. Sarana/prasarana
Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh pemimpin kelompok dalam kegiatan bimbingan ini meliputi tempat/ruang untuk kegiatan, serta fasilitas pendukung lainnya, minuman dan makanan kecil.





MATERI / TOPIK
NARKOBA DAN BAHAYA PEMAKAIANNYA DI KALANGAN REMAJA
Apa yang disebut NARKOBA
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika adalah :
• Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
• Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
• Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.
Jenis Narkoba menurut efeknya
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:
1. Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.
2. Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.
3. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.
Penyalahgunaan Narkoba
Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan - mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. - maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan.
Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
1. coba-coba
2. senang-senang
3. menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
4. penyalahgunaan
5. ketergantungan
Dampak penyalahgunaan Narkoba
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:
1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.
Bahaya bagi Remaja
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Apa yang masih bisa dilakukan?
Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu
1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 - 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 - 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.

3 komentar:

Aris Setyo P. mengatakan...

ora di edit keh

aries delcano mengatakan...

ia prung...
pan ngedit wez kesel jempole!!

Yessy Febriana Rosita (132010098) mengatakan...

INI TOPIK BEBAS APA TUGAS Y?BOLEH MINTA YG TOPIK BEBAS NGGAG?

Poskan Komentar